Berharap Pujian Itu Menyiksa

Selama ini saya lebih banyak memberikan training di berbagai perusahaan, khususnya 100 perusahaan terbaik versi Fortune. Baru beberapa bulan ini saya gencar dan intensif memberikan training ke publik yang berbayar. Dua seminar atau training yang ditawarkan intensif ke publik adalah “SuksesMulia Entertrainment” dan “Makelar Rezeki”.

Seminar atau training publik itu ternyata tantangannya lebih berat. Kita harus melakukan promosi dan mencari peserta. Peluang rugi terbuka lebar bila peserta tidak memenuhi target. Hal ini sangat berbeda jauh dengan training atau seminar di perusahaan yang semuanya sudah tersedia.

Sebagai manusia biasa, saya terkadang khawatir dan gelisah sebelum seminar atau training yang ditawarkan ke publik. Bahkan terkadang saya sulit tidur sebelum hari H. Emosipun naik turun, tidak stabil. Tentu saya tidak mau hal ini berlangsung setiap saya hendak mengadakan acara untuk publik. Saya harus segera berbenah, saya harus melakukan evaluasi diri dan introspeksi.

Setelah melakukan perenungan ternyata saya menemukan bahwa sumber kekhawatiran, kegelisahan dan ketakutan adalah “berharap pada pujian manusia”.  Karena sebenarnya tugas manusia hanyalah menyiapkan segala sesuatu dengan cara yang terbaik, hasilnya biarlah yang Maha Tahu yang menentukannya.

Apabila kita sudah menyiapkan segala sesuatu dengan cara terbaik tetapi hasilnya tidak sesuai harapan kita, sadarilah bahwa itu cara Sang Maha Pengasih melindungi kita. Boleh jadi kalau hasilnya sesuai harapan, kita akan menjadi sombong dan angkuh. Atau, mungkin kita menjadi sulit menerima masukan, kritikan dan nasihat dari banyak orang.

Yakinlah bahwa bila kita memberikan yang terbaik pasti kita akan mendapatkan yang terbaik dari Sang Pemilik Semesta. Dan perlu kita sadari bahwa yang terbaik menurut Sang Maha Tahu belum itu terbaik menurut kita. Sebaliknya kita menganggap sesuatu itu baik bagi kita tetapi sesungguhnya tidak baik menurut Dia.  Pasrahkanlah hasil kepada-Nya karena Dialah yang Maha Tahu tentang baik dan buruk di alam semesta.

Berharaplah pada pujian Allah, sang Maha Tahu. Dia yang tahu kapan harapan kita dipenuhi dan kapan harapan kita ditunda realisasinya. Dengan selalu berharap kepada-Nya hidup kita lebih tenang, lebih nikmat dan selalu bersemangat untuk selalu berbuat dengan cara-cara yang lebih hebat. Sementara berharap pada pujian manusia itu akan menyiksa pikiranmu, menyiksa hatimu dan tentunya menyiksa hidupmu.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan

17 thoughts on “Berharap Pujian Itu Menyiksa

  1. mhd husni tarigan

    Terimakasih kek, sudah mengingatkan kembali, sangat butuh berbuat terbaik dan hasil terbaik dari allah. Salam sukses mulia

    Reply
  2. Wildan Haidar

    sangat setuju dengan hal tersebut kek, sarapan pagi yang sangat bermanfaat, hatur nuhun Kek Jamil :)

    Reply
  3. Muh. Zubairi

    Setuju ‘Kek’ Jamil, Berharap hanya pada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa adalah Harapan yang paling tinggi dan sekaligus “Sumber Energi” paling dahsyat dalam kehidupan. So makasih tuk saling mengingatkan….

    Reply
  4. Agus edi

    Seminar Yang Kemarin Ahad di Oval Hotel sdh sangat menginspirasi, walaupun sebenarnya di seminar DNA SuksesMulia Entertrainment dan CD Pitstop sdh berulang2 saya dengar kisah Guru JA, tapi rasanya sangat beda ketika mendengar langsung dr Guru JA. Jadi jangan ada kegelisahan pada Guru JA apakah selama ini seminar publik apakah bisa dibilang sukses atau kurang sukses, sekali lagi sungguh sangat menginspirasi

    Reply
  5. ANDI

    Terima kasih pak Jamil. Jazakumullahu khairan katsiro, amin.
    Semoga Allah melindungi kita dari Ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, diri yang tidak pernah merasa puas dan dari do’a yang tidak Engkau Kabulkan, amin.

    Reply
  6. ANDI

    Terima kasih pak Jamil. Jazakumullahu khairan katsiro, amin.
    Semoga Allah melindungi kita dari Ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, diri yang tidak pernah merasa puas dan dari do’a yang tidak Allah SWT Kabulkan, amin.

    Reply
  7. @mekoh1268

    Terima Kasih Guru telah mengingatkan saya akan kejadian seperti yang saya rasakan…

    Memang bila kita selalu sukses atau mendapatkan apa yang kita ingini, hal itu malah bisa
    membuat kita menjadi lupa diri dan sombong, menganggap orang lain lebih rendah dan mengabaikan
    nasehat serta kritik yang boleh jadi sangat kita perlukan.

    Baru saja saya dan teman-teman kantor melakukan gathering dengan acara yang meriah dan terbilang sukses,
    tapi diakhir acara dan setelah acara, banyak dari peserta yang mengalami keracunan makanan.
    Boleh jadi itu adalah cara Allah menegur kami untuk introspeksi, ada kegiatan yang mungkin kami lupakan yaitu do’a bersama
    sebagai rasa syukur kami atas nikmat yang selama ini kami rasakan.
    Ma’afkanlah kami ya Allah…..

    Hidup adalah untuk Selalu Mengingat Allah……

    Salam Sukses Mulia.

    Reply
  8. Reindra

    terima kasih kek..
    Bener sekali apa yg Kek Jamil tulis..
    Ya Allah.. selama ini saya selalu berharap pujian dr manusia..
    Semoga banyak yg membaca tulisan ini dan makin banyak yg berharap hanya dari Nya, aamiiin :)

    Reply
  9. saepudin

    Sepakat,, kek. :)

    Alhamdulillah…
    (Segala puji bagi Allah)
    jadi tidak ada sisa pujian sedilitpun buat kita , semuanya pujian hak hanya milik Allah SWT.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>