Fokus Pada Diri Sendiri

Banyak orang mengatakan mereka bekerja keras demi kebahagiaan keluarga. Ada yang memang benar begitu namun ada pula yang hanya sebagai kedok. Bila alasan Anda benar, saya yakin semakin lama Anda akan semakin bahagia. Bila itu hanya kedok boleh jadi hidup Anda semakin lama akan semakin gersang.

Maksud saya sebagai kedok adalah sesungguhnya yang menjadi fokus utamanya diri kita bukan keluarga atau orang-orang di sekitar kita. Kita mungkin pernah menjalani hidup seperti itu. Semua yang kita lakukan fokusnya pada kebahagian diri sendiri, bukan untuk kepentingan keluarga atau orang lain.

Kita melakukan berbagai kegiatan A, B dan C demi popularitas diri, kebahagiaan diri dan kesuksesan diri tanpa peduli kondisi keluarga. Apa yang kemudian kita dapatkan? Bisa dipastikan itu adalah kegelisahan, keserakahan, sikap temperamental, dan jarak yang semakin jauh dengan orang-orang yang kita cintai.

Nah, bagaimana contoh orang yang fokus pada dirinya sendiri? Simak kisah berikut ini…

Ada sebuah keluarga yang suami dan istrinya sibuk bekerja. Ia memiliki bapak yang sudah pikun dan tinggal bersamanya. Suatu hari ketika mereka pulang bekerja, bapaknya tidak ada di rumah. Mereka mencari di komplek perumahan tak ada, di kampung sebelah tak ada. Di rumah saudara juga tak ada…

Akhirnya sang suami pergi ke stasiun radio terdekat dan membuat pengumumam: “Telah hilang seorang lelaki, usia di atas 70 tahun dengan ciri-cirin rambut putih disisir rapi, gigi ompong, dan menggunakan sandal jepit berwarna hijau. Siapapun yang menemukan lelaki tua ini, tolong diminta sandal jepitnya dan kirimkan ke rumah saya. Sumpah… Itu adalah sandal jepit kesayangan saya.”

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan

31 thoughts on “Fokus Pada Diri Sendiri

  1. Anggit Setyaningsih

    Hahaa..parah bgt nih!!tp lucu :D
    *smga apa yg kita lakukan sllu bs mmbrikan mnfaat pd org lain*

    Reply
  2. Budi Santoso,S.Sos

    Kejam..kejam…!!! Masa lebih berharga sandal jepitnya? Emangnya kamu lahir dari darah daging siapa? Salut2, cerita yang disampaikan pak Jamil. SuksesMulia!!!!!!

    Reply
  3. Diah Astoety

    Ada kok suami yg demikan terhdp ortunya krn takut dgn istrinya sebab yg dibw si kakek sendal jepit kesayangan istrinya. Suami takut istri.

    Reply
  4. piyu

    dalem banget…tapi kayaknya memang kudu introspeksi selama ini bekerja untuk siapa…thanks pak jamil azzaini membuka mata hati dan mencerahkan….

    Reply
  5. mohammad irsyam

    maksud pak jamil adalah sayang sama hartanya bukan orang tuanya..semoga menjadi hikmah di hari yang spesial ini…sukses mulia

    Reply
  6. nuril

    hahaha… dasar pak jamil, bisa aja bikin senyum pagi2.. :D makasih pak, semoga bukan pengalaman pribadi yaa.. :p

    Reply
  7. dina

    Sangat ingin kembali kerumah, merawat orang tua, berkarir di samping mereka. Mencipta usaha bagi sesama.. ^_^ (OBSESI)

    Reply
  8. denbagus

    eit…jangan brprasangka buruk dulu…kalimatnya belum selesai…maksudanya….sandal jepit dikirimkan bersama pemakaianya..sandal jepit kesayangannya dan pemakaianya orang yang dihormatinya……(nyarialasan.com)..ha..ha

    Reply
  9. ambay

    Ha…ha… Kisah yg lucu tp menyentil, semoga qta lebih baik lg. Tdk hanya tanya sandalnya tp tanya juga bw kunci pagar ngga krn tdk bisa msk rumah nih he..he..

    Reply
  10. Sandi

    Salam Sukses Mulia pak.. saya salah satu peserta dari Bank Kalsel yang mengikuti acara bapak tadi pagi. Dan hari itu benar2 membuat saya SHOCK berat. Karena saya tidak menyangka acaranya cuma 4 jam.. saya kira sampai sore. Dan sungguh ini emmbuat saya kecewa berat dan masih tdk bisa menerima kenyataan itu hahahaha.. lebay pak, tapi itu kenyataannya hehehe… Pokoknya I Love You deh pak hahaha

    Reply
  11. reza

    hahahaaaaa…. selamat om jamil sudah menemukan kembali sendal kesayangannya….
    tapi emg bener sih ane pnah kaya gtu,,rasanya dpt doit bnyk juga abis mulu tpi gak ad bekasnya,,,itu jg bisa dbilang gersang kali yah :D

    gersang = tidak berkah kali :D

    makasih om jamilll… semoga kita semua dpt mnjadi lebih baikkk… amiiinnnnn….

    Reply
  12. Rini Nilawati

    Insyaalah akan selalu saya lakukan pak…hidup byk berguna buat org lain & terutama klg n ortu…siiip pak Jamil

    Reply
  13. siva

    hahahaha..
    dibalik cerita serius diakhiri tertawa terpingkal-pingkal di akhir ceritanya..
    jadi kaya sentilan tersendiri aja nih…
    hehehoho…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>