Rezeki

Banyak orang yang beranggapan bekerja dan berbisnis adalah penyebab datangnya rezeki. Itu pemahaman yang keliru. Sebab, bila bekerja dan berbisnis merupakan penyebab datangnya rezeki atau harta maka setiap orang yang melakukannya seharusnya atau pasti akan mendapatkan rezeki.

Faktanya? Tidak semua orang yang bekerja dan berbisnis mendapatkan rezeki yang melimpah. Bahkan ada pengusaha yang justeru perusahaannya bangkrut dan meninggalkan banyak hutang. Rezeki itu datang dari Allah, Sang Maha Kaya, Sang Maha Pemberi rezeki.

Rezeki juga bukan pemberian pemilik perusahaan atau pelanggan kita. Mereka hanyalah perantara dari Sang Maha Kaya. Pemilik perusahaan dan pelanggan jangan sombong, Anda bukan pemilik rezeki. Bagi yang menerima jangan merasa rendah, karena rezeki itu diberikan oleh Dia melalui pemilik perusahaan dan para pelanggan Anda. Tugas kita adalah menjaga hubungan terbaik kepada sesama manusia.

Bekerja dan berbisnis hanyalah wadah atau sarana agar rezeki itu datang. Tugas kita menyiapkan wadah yang terbaik dan banyak. Mana diantara wadah itu yang akan diisi oleh Sang Maha Pemberi? Kita tidak tahu.

Rezeki yang diberikan kepada kita itu hanyalah titipan-Nya yang boleh dimanfaatkan. Bagaimana pemanfaatannya? Tentu harus seizin Sang Pemilik. Tidak sepatutnya kita memanfaatkan rezeki titipan-Nya untuk bermaksiat kepada-Nya dan melakukan dosa. Sungguh terlalu bila kita berani memanfaat rezeki titipan Allah justeru digunakan untuk melakukan sesuatu yang tidak Dia sukai.

Bila Anda ingin diberi kepercayaan dengan titipan rezeki yang berlimpah, maka gunakan rezeki itu untuk sesuatu yang disenangi Sang Maha Pemberi. Jangan pelit untuk sesuatu yang positif. Jangan ragu untuk pembelanjaan yang bisa menambah cinta-Nya kepada Anda. Perbanyaklah pengeluaran untuk kebaikan maka Sang Maha Kaya akan menambah titipannya dan keberkahan rezeki itu kepada Anda.

Bila ada orang yang berani menggunakan rezeki yang dititipkan Sang Maha Kaya untuk perbuatan dosa, maka secara perlahan atau cepat Dia akan mencabut kenikmatan yang ada dari rezeki itu. Bahkan boleh jadi semua titipan rezeki-Nya akan diambil oleh Sang Pemilik.

Dengan demikian, bagi yang banyak harta tidak boleh sombong, karena rezeki itu bukan milik Anda. Bagi yang hartanya sedikit tak boleh berputus asa tapi bersemangatlah menyiapkan wadah terbaik. Percayalah, Anda akan mendapat titipan rezeki terbaik untuk Anda.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan

20 thoughts on “Rezeki

  1. ipegope

    Ya Allah ampunilah hamba telah sombong dan lupa semua ini milikmu…terimakasih pak udh mengingatkan melalui tulisan bpk…salam sukses mulia

    Reply
  2. Bungzhu Zyraith

    saya teringat pada ayat Al Qur’an.
    “Lain Syakartum la azidannakum wala in kafartum inna ‘adzabi lasyadiid,”

    Jika kita bersyukur, niscaya Allah menambah nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Sebaliknya, jika kita kufur atau mengingkari nikmat tersebut, Allah pun tentu akan murka dan memberikan azabnya.

    Thanks Yaa Allah, Thanks ya Robb untuk segala RizkiMu.

    @HorasKSirait

    Reply
  3. andi djunaidi

    Salah satu ciri Orang yang ber-taqwa adalah mereka yg menafkahkan hartanya baik diwaktu/kondisi lapang maupun sempit. Balasannya adalah ampunan Allah dan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi (Al-Qur’an : 3: 133-134)

    Reply
  4. Agus salim

    Weeee Tariner tapi jadi Kiyai juga suhuku yg 1 ini, sy dah sering denger nasihat ky gini, tp dg penyampaian ustadz jamil kok lebih gamblang ya,,Syukron Ustadz Jamil

    Reply
  5. Nikke

    Bismillah…Hayuuuk mari kita jemput rezeki kita utk sarana beribadah pd Alloh SWT. Barokalloh…semangkaaa :D
    TOP Markotop artikelnya :)
    Tengkyu Pak Jamil, Jzkmlh…

    Reply
  6. Andri I. Karif

    Alhamdulillah, segala Puji bagi Allah yang telah menjaga dan memelihara kita semua dengan rizkinya.

    Terima kasih pak telah mengingatkan kembali agar kita tidak sombong.
    Kita ini kecil, jadi tidak ada yang bisa disombongkan. Sekaya apaun manusia, tetap tidak ada apa-apanya dibandingkan Dia yang Maha Kaya

    Allah maha besar, Maha Kaya dan Maha segalanya, sangat pantas bila memakai baju kebesaran berupa SOMBONG. Hanya Allah yang boleh memakainya.

    Reply
  7. Wahyu Santoso

    Untuk bersedekah tidak perlu harus menunggu kaya, ada lho yg bersedekah dg buntut singkong diganjar dengan rejeki dlm bentuk umroh. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa bagi yang disempitkan rejekinya hendaklah bersedekah dan carilah rejeki dengan bersedekah…

    Reply
  8. andre vtrah

    semakin menyadarkan saya bahwa di dunia hanyalah sementara, dan nikmat yang di berikan adalah sebuah titipan. thx pak jamil buat artikel yang sangat bermanfaat ini.

    :)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>